Pelaku usaha tentu membutuhkan dokumen resmi agar bisa menjalankan usahanya dengan tenang. Oleh karena itu, setiap pebisnis wajib memiliki Nomor Induk Berusaha atau NIB. Secara umum, para pengusaha memakai NIB sebagai identitas, legalitas, serta bukti pendaftaran resmi.
Selain itu, sistem ini merekam tanda tangan elektronik yang memiliki pengaman khusus. Lembaga pemerintah merilis NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS). Oleh sebab itu, nomor unik yang terdiri dari 13 digit angka ini tetap berlaku selama Anda masih menjalankan aktivitas bisnis.
Memahami Perbedaan NIB dan Nomor Induk Bidang
Banyak orang mungkin mengira bahwa NIB sama dengan Nomor Induk Bidang. Padahal, kedua dokumen ini mempunyai fungsi yang sangat jauh berbeda. Pemerintah menerbitkan NIB sebagai identitas bagi para pemilik usaha melalui sistem OSS.
Di sisi lain, Nomor Induk Bidang mengidentifikasi bidang tanah tertentu secara spesifik. Dokumen ini menyimpan informasi mengenai pemakai tanah, pemegang hak, serta lokasi lahan tersebut. Jadi, singkatnya NIB menjelaskan identitas usaha Anda, sementara Nomor Induk Bidang menjelaskan identitas tanah Anda.
Fungsi Utama Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi Bisnis
Umumnya, NIB mencantumkan informasi perusahan yang meliputi profil usaha, lokasi usaha, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), permodalan, dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Berikut adalah empat fungsi utama NIB yang memberikan keuntungan bagi Anda:
Memberikan Legalitas Resmi NIB memberikan bukti registrasi sah bagi setiap pemilik usaha. Maka dari itu, dokumen ini memudahkan Anda dalam melaksanakan kegiatan operasional maupun komersial.
Berfungsi sebagai Angka Pengenal Impor (API) NIB juga menjalankan peran sebagai Angka Pengenal Impor. Sebagai informasi, pelaku usaha bisa menggunakan API Umum untuk memperdagangkan barang impor. Sementara itu, produsen memakai API Produsen untuk mengimpor bahan baku pendukung produksi.
Membuka Hak Akses Kepabeanan Para pelaku ekspor dan impor sangat membutuhkan NIB. Hal ini dikarenakan NIB membuka akses kepabeanan bagi badan usaha maupun perorangan yang ingin melakukan perdagangan internasional.
Memudahkan Pendaftaran Jaminan Sosial Selain sebagai akses kepabeanan, NIB membantu Anda mengurus jaminan sosial. Oleh karena itu, pemilik usaha bisa mendaftarkan karyawan ke program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan secara lebih cepat.
Klasifikasi Risiko dalam Perizinan Berusaha
Pemerintah mengelompokkan perizinan usaha berdasarkan tingkat risikonya. Oleh sebab itu, Anda perlu menyiapkan dokumen yang sesuai dengan kategori bisnis Anda:
Risiko Rendah: Pelaku usaha cukup mengantongi NIB.
Risiko Menengah Rendah: Selain NIB, Anda harus membuat pernyataan pemenuhan Sertifikat Standar.
Risiko Menengah Tinggi: Anda memerlukan Sertifikat Standar yang sudah melewati proses verifikasi.
Risiko Tinggi: Terakhir, pemilik usaha wajib mengantongi izin resmi yang telah pemerintah verifikasi.
Cara Mudah Mengecek Nomor Izin Usaha (NIB)
Anda bisa memastikan legalitas sebuah perusahaan dengan sangat praktis. Bahkan, Anda hanya memerlukan waktu beberapa menit saja melalui langkah-langkah berikut:
Pertama, Anda siapkan nomor NIB perusahaan yang ingin Anda periksa.
Setelah itu, Anda buka situs resmi nswi.bkpm.go.id.
Kemudian, Anda klik menu Tracking yang tersedia pada layar.
Lalu, Anda masukkan nomor NIB perusahaan tersebut dengan teliti.
Akhirnya, sistem akan menampilkan status legalitas perusahaan secara otomatis.
Singkatnya, NIB menjadi pondasi hukum yang paling utama bagi bisnis Anda. Jika Anda ingin mengurus NIB tanpa ribet, Legalist Indonesia siap membantu Anda.
Selain menghemat waktu, kami juga memberikan layanan konsultasi gratis bagi setiap klien. Oleh karena itu, segera hubungi kami untuk menjamin legalitas bisnis Anda sekarang juga!





