Peredaran minuman beralkohol di berbagai negara memerlukan pengawasan yang sangat ketat. Di Indonesia, pemerintah mengatur izin alkohol golongan C dengan aturan khusus. Langkah ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari potensi dampak negatif akibat konsumsi alkohol yang tidak terkendali.

Mengenal Kategori Minuman Beralkohol

Sebelum mengurus perizinan, Anda perlu memahami penggolongan minuman berdasarkan kadar etanolnya. Setiap kategori memiliki ketentuan distribusi yang berbeda-beda. Berikut adalah pembagiannya:

1. Minuman Golongan A

Minuman pada kategori ini hanya memiliki kadar etanol sebesar 1% hingga 5%. Karena kadarnya rendah, Anda masih bisa menemukan minuman ini di etalase minimarket atau supermarket tertentu.

Contoh yang paling populer adalah bir. Biasanya, social drinker mengonsumsi jenis ini hanya untuk keperluan pergaulan. Selain harganya relatif terjangkau, minuman ini juga tidak mudah memicu mabuk jika dikonsumsi dalam batas wajar.

2. Minuman Golongan B

Selanjutnya adalah golongan B yang memiliki kadar etanol mencapai 20%. Kandungan ini sudah cukup kuat untuk memberikan efek memabukkan. Salah satu contoh produk dalam kategori ini adalah wine atau anggur.

Oleh karena kadarnya lebih tinggi, konsumen tidak bisa membelinya secara bebas di minimarket. Biasanya, minuman golongan B hanya tersedia secara resmi di kafe, restoran, atau pusat perbelanjaan besar yang memiliki izin khusus.

3. Minuman Golongan C

Kategori terakhir adalah golongan C dengan kadar etanol paling tinggi, yaitu antara 20% hingga 55%. Produk populer seperti Vodka, Whisky, dan Johny Walker masuk dalam kelompok ini.

Karena efek memabukkannya sangat cepat, konsumen harus sangat bijaksana dalam mengonsumsinya. Di Indonesia, pemerintah hanya memberikan izin alkohol golongan C kepada gerai tertentu yang bertindak sebagai distributor atau penjual resmi.

Aturan Penjualan Alkohol di Indonesia

Banyak pengusaha perhotelan kini mulai mengajukan izin untuk menjual minuman golongan C. Untuk mempermudah proses ini, Anda bisa menggunakan jasa profesional seperti Legalist Indonesia. Namun, Anda tetap harus memahami aturan dasarnya berikut ini:

Kewajiban Memiliki Izin Usaha

Perusahaan wajib mengantongi legalitas resmi sebelum beroperasi. Dokumen utama yang diperlukan adalah Surat Izin Tempat Usaha Penjualan Minuman Beralkohol (SITU-MB) dan Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB).

Pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang nekat menjual alkohol tanpa dokumen tersebut. Oleh karena itu, pastikan legalitas Anda sudah diakui oleh negara sebelum memulai distribusi.

Aturan Display Produk

Selain masalah perizinan, pedagang juga harus memperhatikan cara memajang produk. Anda wajib memisahkan rak minuman beralkohol dengan jenis minuman atau barang dagangan lainnya.

Meskipun dijual di minimarket (khusus golongan A), display tetap tidak boleh tercampur. Bahkan, beberapa daerah menetapkan aturan zonasi khusus mengenai lokasi mana saja yang boleh memajang minuman ini.

Lokasi Penjualan yang Diizinkan

Secara umum, penjualan minuman beralkohol hanya boleh dilakukan di tempat tertentu. Lokasi tersebut meliputi hotel, bar, restoran dengan izin kepariwisataan, serta toko bebas bea (duty free).

Selain itu, lokasi tempat berjualan tidak boleh berdekatan dengan tempat ibadah atau lembaga pendidikan. Setiap daerah memiliki regulasi tambahan yang harus Anda patuhi sesuai aturan pemerintah setempat.

Persyaratan Pengajuan Izin Jual Offline

Menurut informasi dari Legalist.id, penjualan alkohol kini merambah ke ranah online. Namun, jika Anda ingin fokus pada penjualan offline, berikut adalah berkas yang harus Anda siapkan:

  • Surat penunjukan resmi dari Distributor atau Sub-Distributor.

  • Fotokopi SIUP (Kecil/Menengah) atau TDUP.

  • Akta Pendirian Perusahaan yang sah.

  • Fotokopi Nomor Induk Berusaha (NIB).

  • Fotokopi NPWP dan KTP penanggung jawab perusahaan.

  • Dokumen lingkungan dan Fotokopi IMB gedung tempat usaha.

Tips Tambahan: Mengurus izin alkohol golongan C membutuhkan waktu dan proses birokrasi yang cukup panjang. Agar Anda bisa lebih fokus mengembangkan bisnis, menggunakan jasa pengurusan perizinan adalah langkah yang sangat bijak.