Pada dasarnya, aspek keuangan atau finansial memegang peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan sebuah bisnis. Terlebih lagi bagi badan usaha yang memiliki kewajiban untuk menyusun laporan keuangan pada setiap periode tertentu. Oleh karena itu, Anda wajib memahami bagaimana contoh laporan keuangan perusahaan yang baik dan benar agar manajemen tetap akuntabel.

Selain itu, ketika Anda memahami format laporan keuangan tersebut, maka Anda dapat memiliki gambaran jelas mengenai cara menyusunnya secara mandiri. Akibatnya, Anda mampu meneliti kondisi finansial perusahaan secara akurat untuk kemudian melanjutkan strategi bisnis yang sudah ada. Selanjutnya, Anda juga bisa mulai merancang strategi baru yang jauh lebih efektif bagi pertumbuhan usaha. Mari kita pelajari rincian mengenai pengertian, jenis, hingga contoh laporannya dalam ulasan berikut!

Mengenal Apa Itu Laporan Keuangan Perusahaan

Sebelum mencari referensi mengenai contoh laporan keuangan perusahaan jasa atau dagang, ada baiknya Anda memahami pengertian dasarnya terlebih dahulu. Singkatnya, laporan keuangan merupakan dokumen yang memuat catatan finansial formal sebuah entitas bisnis dalam kurun waktu tertentu. Kemudian, Anda akan menemukan berbagai informasi vital di dalamnya, seperti posisi keuangan, rincian debit dan kredit, hingga perubahan kondisi kekayaan perusahaan.

Biasanya, manajemen menyusun laporan ini khusus untuk periode bulanan atau tahunan. Namun demikian, laporan ini tidak hanya berfungsi sebagai pendokumentasian transaksi saja. Sebab, fungsi utama laporan keuangan adalah untuk mengukur kinerja finansial secara objektif. Oleh sebab itu, melalui data ini, Anda dapat menilai apakah kondisi keuangan perusahaan sedang dalam keadaan sehat atau justru memerlukan beberapa langkah perbaikan strategis.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan yang Umum di Indonesia

Supaya Anda lebih mudah memahami contoh laporan keuangan perusahaan, maka Anda perlu mengenali jenis-jenis laporannya terlebih dahulu. Hal ini karena terdapat tiga jenis laporan yang paling sering pelaku usaha gunakan di Indonesia, yaitu:

  1. Laporan Arus Kas (Cash Flow): Anda wajib menyusun laporan ini baik pada perusahaan dagang maupun jasa. Secara umum, laporan arus kas menyajikan informasi mendalam mengenai pergerakan uang tunai yang masuk dan keluar. Oleh karena itu, Anda perlu mencatat segala jenis transaksi kas, termasuk uang tunai, saldo di rekening bank, serta aset likuid lainnya.

  2. Laporan Neraca (Balance Sheet): Selain pergerakan kas, Anda juga perlu membuat laporan neraca untuk memantau posisi keuangan secara menyeluruh. Nantinya, dokumen ini akan mencatat semua hal yang berkaitan dengan finansial, mulai dari aset (aktiva), liabilitas (utang), hingga ekuitas (modal) perusahaan.

  3. Laporan Laba Rugi (Income Statement): Jenis laporan ini merangkum seluruh informasi tentangΒ  ghasilkan keuntungan bersih atau justru mengalami kerugian operasional.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Sederhana

Setelah mempelajari jenis-jenisnya, maka kini saatnya Anda memperhatikan simulasi laporannya. Meskipun format laporan keuangan perusahaan dagang dan jasa memiliki kemiripan struktur, namun Anda tetap dapat merujuk pada contoh-contoh di bawah ini saat menyusun dokumen perusahaan Anda sendiri:

1. Contoh Laporan Arus Kas

Laporan Arus KasPT Abadi SejahteraPeriode Maret 2025
AKUNTOTAL
Saldo Awal Kas618.002.886
Arus Kas Operasional
Laba Bersih509.276.556
Piutang Usaha191.775.678
Utang Usaha7.028.767
Jumlah Kas Tersedia694.023.467

2. Contoh Laporan Neraca

Laporan NeracaPT Abadi SejahteraPeriode Maret 2025
NAMA AKUNDEBITKREDIT
Kas169.880.000
Piutang Sewa10.000.000
Perlengkapan6.350.000
Inventaris Kantor7.500.000
Akumulasi Penyusutan250.000
Peralatan Kantor90.000.000
Akumulasi Penyusutan Alat1.350.000
Sewa Dibayar Dimuka24.583.333
Utang Usaha25.000.000
Modal200.000.000
Laba Bulan Berjalan81.713.333
TOTAL308.313.333308.313.333

3. Contoh Laporan Laba Rugi

Laporan Laba RugiPT Abadi SejahteraPeriode Maret 2025
Pendapatan
Penjualan Bersih780.000.000
Beban
Harga Pokok Penjualan300.000.000
Beban Penjualan15.000.000
Administrasi10.000.000
Bunga & Beban Lain10.000.000
Total Beban335.000.000
Laba Setelah Pajak333.750.000

Solusi Praktis Laporan Keuangan di Legalist

Melalui penjelasan mengenai contoh laporan keuangan perusahaan di atas, Anda tentu kini memiliki panduan dasar untuk mengelola administrasi bisnis. Namun, kami menyadari bahwa menyusun laporan keuangan yang akurat sesuai standar akuntansi membutuhkan ketelitian serta waktu yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, kini Anda tidak perlu lagi merasa repot dalam membuat laporan tersebut karena Legalist Indonesia siap melakukannya untuk Anda. Bahkan, tim ahli keuangan kami akan membantu Anda menyusun laporan arus kas, neraca, hingga laba rugi secara profesional dan kredibel. Jadi, segera hubungi Legalist Indonesia atau kunjungi akun Instagram resmiΒ @legalistindonesiaΒ sekarang juga untuk konsultasi lebih lanjut!