perbedaan virtual office dan kantor biasa

Perbedaan Virtual Office dan Kantor Biasa, Apa Saja?

Baik kantor biasa maupun kantor virtual di Indonesia sudah mulai banyak digunakan oleh perusahaan. Namun, apa perbedaan virtual office dan kantor biasa? Kantor biasa adalah kantor yang memiliki bangunan fisik dan menjadi tempat bekerja para karyawan.

Sedangkan kantor virtual adalah kantor yang tidak memiliki bangunan fisik. Jadi, para karyawan dan pemilik perusahaan bekerja dengan sistem dari mana saja. Bisnis yang dijalankan di kantor biasa dan virtual sama-sama sah di mata hukum.

Mengenal Kantor Biasa dan Kantor Virtual

Kantor virtual adalah kantor dunia maya yang pertama kali digagas oleh Ralph Gregory di tahun 1994 di Amerika Serikat. Pada saat itu, Gregory membuat sebuah aplikasi kantor virtual yang memungkinkan para pegawai melakukan pekerjaannya secara online.

Tujuan pembentukan kantor virtual adalah untuk meningkatkan produktivitas para pegawai karena bisa menyelesaikan pekerjaan dari mana saja. Selain itu, pegawai juga tidak perlu datang langsung ke kantor karena bisa melakukan aktivitas secara virtual.

Sedangkan kantor konvensional adalah kebalikan dari kantor virtual yaitu kantor yang memiliki bentuk fisik. Jika pegawai kantor virtual bekerja dengan sistem WFH sedangkan pegawai kantor konvensional perlu datang langsung ke lokasi untuk bekerja.

Perbedaan Virtual Office dan Kantor Biasa

Bagi Anda pemilik perusahaan yang masih bingung akan membangun kantor biasa atau menggunakan kantor virtual, simak perbedaan virtual office dan kantor biasa di bawah ini.

1.Fasilitas

Fasilitas yang disediakan oleh penyedia kantor virtual berbeda-beda, namun biasanya menawarkan beberapa pilihan paket sesuai dengan lingkup bisnis. Sedangkan fasilitas kantor biasa tergantung pada pemilik perusahaan akan menyediakan apa saja.

Jadi, jika Anda memilih kantor virtual, maka fasilitas yang disediakan tergantung penyewa. Sedangkan jika Anda membangun kantor biasa, bisa menyediakan fasilitas sendiri sesuai kebutuhan.

2. Biaya Pendirian

Perbedaan antara kantor biasa dengan kantor virtual berikutnya adalah dari biaya pendirian. Biaya pendirian kantor biasa lebih banyak karena perlu disesuaikan dengan kebutuhan pegawai. Jika ada tambahan pegawai, perlu menyediakan perlengkapan lagi.

Sedangkan biaya pendirian kantor virtual relatif terjangkau sehingga sangat diminati oleh perusahaan seperti start up. Jadi, jika Anda ingin menekan biaya operasional bisa menyewa kantor virtual saja.

3. Efisiensi Kerja

Selain dua hal di atas, perbedaan lain dari kantor biasa dan kantor virtual adalah efisiensi kerja. Ruang kerja virtual berbeda dengan ruang kerja kantor biasa yang tersedia dalam bentuk fisik. Walaupun begitu, baik menggunakan kantor biasa maupun kantor virtual sama-sama efisien.

Jika Anda menggunakan kantor virtual, maka tidak perlu datang ke kantor untuk bekerja sehingga bisa menyelesaikan pekerjaan dari mana saja. Hal ini bisa meningkatkan efektivitas karena pegawai bisa memilih tempat kerja yang nyaman.

Berbeda apabila pegawai bekerja di kantor biasa, maka pegawai perlu mengikuti peraturan yang ditetapkan pemilik kantor. Misalnya mulai bekerja pukul 8 hingga 6 sore, maka selama waktu itu, pegawai perlu ada di kantor.

Apabila jarak antara tempat kerja dengan kantor jauh, maka pegawai perlu berangkat lebih awal agar tidak terlambat. Hal ini akan membuat banyak waktu terbuang sehingga mengurangi efektivitas dalam bekerja.

4. Biaya Operasional

Adapun perbedaan virtual office dan kantor biasa berikutnya adalah biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan. Apabila Anda memutuskan menggunakan virtual office, maka bisa menghemat sekitar 70%.

Hal ini karena Anda tidak perlu membayar biaya sistem untuk menjaga kebersihan, beban listrik setiap bulan, air, dan sebagainya. Sebaliknya, jika Anda menggunakan kantor biasa, maka biaya operasional yang dikeluarkan semakin besar.

5. Layanan Resepsionis

Perbedaan terakhir adalah dari layanan resepsionis yang tersedia di kantor. Layanan ini dapat membantu perusahaan sebagai  front office untuk mengerjakan beberapa pekerjaan khusus salah satunya menerima tamu.

Jika menggunakan kantor biasa, Anda perlu mengeluarkan biaya lebih untuk layanan resepsionis seperti gaji, BPJS, uang transportasi, dan sebagainya. Namun, jika menggunakan layanan virtual office, Anda tidak perlu merekrut resepsionis karena layanan ini sudah tersedia.

Setelah mengetahui apa saja perbedaan virtual office dan kantor biasa, apakah sudah ada bayangan akan memilih yang mana? Bagi Anda yang ingin mengurus berbagai perizinan usaha baik bekerja di kantor biasa maupun kantor virtual, bisa bekerja sama dengan Legalist. Segera hubungi tim layanan pelanggan kami melalui situs resmi Legalist Indonesia atau kunjungi akun Instagram resmi @legalistindonesia.

Related Posts

  • Menilik Pentingnya Cek Legalitas PT Perorangan

    Apakah PT Perorangan yang Anda miliki sudah terdaftar secara legal di mata hukum Indonesia atau malah masih belum punya kekuatan hukum yang seharusnya? Jika Anda tidak yakin mengenai hal tersebut, maka Anda bisa segera cek legalitas PT Perorangan. Pastinya, ada banyak alasan mengapa Anda harus cek PT terdaftar secara rutin untuk mengetahui apakah perusahaan yang…

  • Mengenal SBU IN001, Sub Bidang Bagian Instalasi Mekanikal

    Jika Anda mendirikan badan usaha di bidang konstruksi tapi lebih fokus ke instalasi mekanikal, kira-kira apakah Anda akan butuh Sertifikat Badan Usaha (SBU)? Ternyata jawabannya adalah iya, Anda wajib mengurus sub bidang bagian SBU IN001. Alasannya karena sub bidang Instalasi Mekanikal merupakan salah satu jenis klasifikasi SBU, mirip dengan KK001 dan kode-kode lainnya. Jika Anda…

  • Pembuatan Akta Pendirian PT Tangerang

    [fusion_builder_container type=”flex” hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no”…

  • Mengupas Tuntas Perihal Izin Usaha Alkohol di Indonesia

    Bisnis yang berkaitan dengan alkohol menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Contohnya seperti bar, pub, hingga sektor distributor. Namun, pemerintah menetapkan berbagai regulasi ketat bagi industri ini. Salah satu syarat utamanya adalah dokumen perizinan usaha alkohol. Pada dasarnya, dokumen ini merupakan syarat legal bagi setiap pelaku bisnis. Anda wajib memilikinya jika ingin menjual atau…

  • Jasa Pendirian PT Babakan: Panduan Pemula untuk Pilihan Terpercaya

    Jasa pendirian PT Babakan menjadi solusi untuk pelaku usaha yang ingin proses cepat. Namun karena saat ini jasa seperti ini sudah banyak, maka yang terpenting adalah bagaimana menentukan pilihan yang tepat. Jika salah pilih jasa pendirian PT perorangan di wilayah Babakan, justru akan ada banyak kerugian. Jadi solusi terbaik adalah selektif menentukan jasa di awal…

  • Konsultan Pendaftaran Merek Dagang, Apa Fungsinya?

    [fusion_builder_container type=”flex” hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no”…