Untuk jasa konstruksi terdapat beberapa jenis klasifikasi SBUJK salah satunya SBUJK Kecil yang ditentukan oleh modal dan pengalaman badan usaha. Seluruh jasa konstruksi harus memiliki sertifikat tersebut agar bisa melaksanakan kegiatan usaha.
SBUJK sangat penting bagi perusahaan konstruksi, tanpa adanya SBUJK perusahan tidak bisa mengikuti tender. Bagi Anda yang belum banyak mengetahui tentang SBUJK, berikut akan dijelaskan secara rinci manfaat, klasifikasi, dan syarat pengurusannya!
Mengenal Lebih Lanjut tentang SBUJK
SBUJK adalah Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi yang berguna sebagai bukti bahwa perusahaan memiliki legalitas untuk menjalankan usaha. LPJK atau Lembaga Penjamin Jasa Konstruksi yang menerbitkan SBUJK.
Selanjutnya, perusahaan yang menggunakan SBUJK Kecil ini menangani proyek dengan cakupan kecil. Walaupun skala proyek yang dijalankan ini masih kecil wajib memiliki SBU. Tentunya hal ini sangat membantu Anda untuk meningkatkan kualitas perusahaan.
Beberapa Klasifikasi SBU Jasa Konstruksi
Pemerintah mengelompokkan SBUJK berdasarkan jenis bidang usaha, besaran modal, dan sub bidang pekerjaan. Berikut beberapa jenis klasifikasi Sertifikat Badan Usaha yang umum digunakan perusahaan!
1. Klasifikasi Berdasarkan Bidang Usaha
SBUJK Kecil tidak masuk dalam golongang klasifikasi bidang usaha. Adapun SBU yang masuk dalam jenis badan usaha jasa konstruksi, yakni:
- Bidang jasa pelaksana konsturksi, di mana badan usaha ini bertanggung jawab untuk melaksanakan konstruksi sesuai perencanaaan.
- SBU jasa perencanaan konstruksi ini diberikan kepada perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan proyek konstruksi.
- Badan Usaha konstruksi terintergrasi adalah perusahaan yang mengerjakan mulai perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pengawasan.
2. Klasifikasi Berdasarkan Kualifikasi Usaha
Berikutnya, Sertifikat Badan Usaha juga diterbitkan berdasarkan kualifikasi usaha. Di mana kualifikasi ini mencakup modal, kemampuan secara teknis, dan pengalaman perusahaan. Adapun SBU jasa konstruksi ini terbagi dalam tiga kategori, yakni:
- SBUJK Kecil (K1 dan K2), memiliki modal sampai Rp1 miliar, dan memiliki proyek berskala kecil.
- SBU Menengan (M1 dan M2) dengan modal Rp1 miliar-Rp10 miliar, dan memiliki proyek berskala menengah.
- SBU Jasa Konsturksi Besar (B1 dan B2), modalnya di atas Rp10 milar dengan pengerjaan proyek berskala besar sampai nasional.
Kenapa SBU Jasa Konstruksi Ini Penting?
Ada beberapa alasan kenapa perusahaan konstruksi harus mengurus SBUJK. Karena surat ini bukan sekedar bukti legalitas untuk menjalankan usaha. Tapi juga menjadi bukti bahwa perusahaan Anda sudah memenuhi kualifikasi yang tercantum dalam syarat SBUJK.
Perusahaan tidak bisa mengikuti tender pemerintah maupun swasta tanpa adanya SBUJK. Tentunya Sertifikat Badan Usaha ini menambah profesionalitas, kepercayaan, dan nilai daya saing perusahaan.
Syarat dan Cara Mengurus SBU Jasa Konstruksi Kecil
Penentuan tingkat kemampuan dan cakupan proyek ini penting untuk industri jasa konstruksi. Bagi Anda yang ingin mengurus SBUJK online, Anda harus memenuhi beberapa syarat SBU kecil untuk proyek kecil:
- Akta pendirian dan SK dari Kemenkumham.
- Menyertakan fotokopi KTP dan NPWP pengurus perusahaan.
- Menyertakan pas foto direktur berwarna paling baru.
- Perusahaan harus menyertakan NIB dan NPWP Badan Usaha.
Sekarang ini tidak usah bingung lagi karena ada jasa pengurusan SBUJK. Selain itu, Anda bisa mengurus ke jasa pembuatan perusahaan terdekat.
Penutup
SBUJK Kecil merupakan jenis kualifikasi SBU sesuai dengan kualifikasi dan besaran proyek yang dijalankan. Untuk memudahkan Anda mengurus sertifikat tersebut, gunakan jasa dari Legalist Indonesia! Informasi lebih lanjut segera kunjungi IG Legalist Indonesia!





