Pada beberapa jenis usaha tertentu, Anda wajib mengurus perizinan khusus sebelum mulai beroperasi. Sebagai contoh, setiap perusahaan jasa konstruksi memerlukan Sertifikat Badan Usaha (SBU). Namun, tahukah Anda bahwa terdapat lebih dari satu klasifikasi SBU konstruksi yang berlaku saat ini?

Secara keseluruhan, totalnya ada 80 klasifikasi SBU konstruksi menurut peraturan terbaru dari Kementerian PUPR. Oleh karena itu, setiap subklasifikasi memiliki kode unik yang berbeda-beda. Maka dari itu, Anda wajib mengetahui kode tersebut agar tidak terjadi kesalahan saat melakukan pendaftaran.

Apa Itu Sertifikat Badan Usaha (SBU)?

Sebelum mempelajari daftar klasifikasinya, Anda perlu memahami definisi SBU terlebih dahulu. Singkatnya, SBU adalah bukti sertifikasi bagi perusahaan konstruksi yang telah lulus uji kompetensi. Selain itu, sertifikat ini juga menjadi bukti bahwa perusahaan Anda telah memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan.

Selanjutnya, mungkin muncul pertanyaan apakah SBU sama dengan NIB (Nomor Induk Berusaha)? Tentu saja, jawabannya adalah tidak sama. Secara garis besar, fungsi utama SBU adalah sebagai tolok ukur kompetensi teknis perusahaan. Dengan demikian, perusahaan Anda dianggap layak untuk memenangkan tender atau proyek lelang pemerintah.

Lebih lanjut, istilah jasa konstruksi ini mencakup berbagai jenis badan usaha. Hal ini meliputi kontraktor sebagai pelaksana, konsultan sebagai pengawas, serta penyedia jasa teknis lainnya. Karena setiap jenis usaha memiliki tanggung jawab berbeda, maka sistem membaginya ke dalam beberapa subklasifikasi. Selain faktor jenis usaha, pembagian ini juga didasarkan pada besaran modal, pengalaman kerja, serta kualifikasi SDM yang tersedia.

Daftar Klasifikasi SBU Konstruksi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kode klasifikasi untuk konsultan dan kontraktor tentu akan berbeda. Oleh sebab itu, silakan merujuk pada daftar kode SBU konstruksi di bawah ini:

1. Konstruksi Gedung

Bagi badan usaha yang fokus pada pembangunan gedung, Anda dapat menggunakan beberapa kode berikut:

SUBKLASIFIKASIKODE
HunianBG001
PerkantoranBG002
IndustriBG003
PembelanjaanBG004
KesehatanBG005
PendidikanBG006
PenginapanBG007
Hiburan dan OlahragaBG008
Gedung LainnyaBG009

2. Konstruksi Bangunan Sipil

Selain itu, tersedia juga klasifikasi untuk bangunan sipil yang mencakup berbagai infrastruktur umum:

SUBKLASIFIKASIKODE
Jalan & JembatanBS001 – BS002
Jaringan IrigasiBS004
TelekomunikasiBS008 – BS009
Minyak dan Gas BumiBS013
Fasilitas OlahragaBS016

3. Prapabrikasi dan Persiapan

Berikutnya, terdapat klasifikasi khusus untuk pekerjaan prapabrikasi serta persiapan lahan:

  • Pertama, Prapabrikasi Bangunan (KP001) dan Sipil (KP002).

  • Kedua, Pembongkaran dan Pengerukan lahan (PL001).

  • Ketiga, Pemasangan perancah serta pekerjaan utilitas lainnya.

Penutup dan Solusi Cepat

Itulah penjelasan mengenai berbagai klasifikasi SBU konstruksi yang wajib Anda pahami. Meskipun terlihat cukup rumit, pemahaman ini sangat penting bagi keberlangsungan legalitas bisnis Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih kode yang tepat sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan.

Jika Anda merasa kesulitan dalam proses pengurusannya, Legalist Indonesia hadir sebagai solusi terbaik bagi Anda. Jadi, jangan ragu untuk segera hubungi Legalist Indonesia atau kunjungi akun Instagram resmi @legalistindonesia sekarang juga!