Mengingat lingkup bisnis yang sangat luas, Anda perlu tahu jika ada lebih dari satu klasifikasi perdagangan. Contoh klasifikasi yang paling populer adalah perdagangan besar dan eceran. Perbedaan perdagangan besar dan perdagangan eceran pun masih mendasar.

Jika Anda belum tahu apa yang dimaksud dengan perdagangan besar dan eceran serta apa perbedaan di antara keduanya, semua informasinya bisa Anda temukan di bawah. Berikut adalah pengertian dan perbedaan perdagangan besar dan perdagangan eceran di dunia bisnis!Β 

Perbedaan Perdagangan Besar dan Perdagangan Eceran

Secara garis besar, ada empat perbedaan dua jenis usaha ini yang wajib Anda ketahui. Perbedaan ini mengacu pada perbedaan jumlah produk yang dijual, konsumen atau target pasar, tujuan dan klasifikasi perdagangan, serta harga produknya.

1. Jumlah Produk yang Dijual

Pertama, perbedaan bisa Anda lihat dari jumlah produk yang dijual. Hal ini karena sama seperti namanya, perdagangan besar adalah proses jual beli dalam jumlah besar. Anda akan mengenalnya dengan istilah grosir.Β 

Sedangkan perdagangan eceran adalah proses jual beli dalam jumlah yang lebih kecil, bahkan kebanyakan perdagangan tipe ini melakukan jual beli produk dalam bentuk satuan. Anda juga akan mengenal tipe perdagangan yang satu ini dengan istilah retail.

Contoh dari dua jenis usaha iniΒ sering Anda temukan di dalam kehidupan sehari-hari. Asumsikan bahwa Anda ingin membeli pakaian untuk Idul Fitri. Lalu, bandingkan jumlah pakaian yang akan Anda beli di pedagang besar dan pedagang eceran.Β 

Jika Anda membeli di pedagang besar, maka Anda perlu membeli satu lusin atau satu kodi sekaligus. Anda tidak bisa hanya membeli satu pcs baju. Namun, jika Anda membelinya di pedagang eceran maka Anda bisa hanya membeli satu pcs pakaian saja.Β 

2. Konsumen atau Target Pasar

Berdasarkan penjelasan di atas, Anda pasti sudah punya gambaran tentang perbedaanΒ yang lainnya. Perbedaan tersebut ada pada konsumen atau target pasar, mengingat ada perbedaan dalam jumlah barang yang dijual.Β 

Dua jenis perbedaan iniΒ  tidak bisa digabung karena konsumen pedagang besar adalah pedagang eceran. Sedangkan target pasar pedagang eceran adalah konsumen langsung. Anda tidak bisa menggabungkan keduanya karena akan merusak ekosistem pasar.Β 

Apabila kamu masih merasa bingung, contoh pedagang besar adalah pabrik yang memproduksi langsung semua barang tersebut. Sedangkan contoh pedagang eceran adalah warung dekat rumah yang menjual semua barang buatan pabrik tersebut.

3. Tujuan dan Klasifikasi Perdagangan

Ada perbedaan lain yang tidak kalah penting untuk Anda ketahui, yaitu tujuan dan klasifikasi perdagangan. Perdagangan besar bertujuan untuk distribusi, sedangkan peradangan eceran lebih bertujuan untuk konsumsi.Β 

Karena itu, meskipun sama-sama bergerak di bidang perdagangan, KBLI perdagangan besar dan KBLI perdagangan eceran akan berbeda. Kasusnya sama seperti KBLI rumah makan dan restoran yang berbeda, karena keduanya punya skala bisnis yang tidak sama.

Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk tipe perdagangan besar adalah 46, sedangkan untuk tipe perdagangan eceran adalah 47. Jadi, pastikan Anda memilih KBLI yang tepat ketika akan mendaftarkan kegiatan usaha Anda.Β 

4. Harga Produk

Selain perbedaan dalam KBLI serta dalam tujuan bisnis, harga produk yang dijual pun tidak akan sama. Anda biasanya bisa mendapat harga yang lebih murah jika membeli produk di pedagang besar daripada di eceran.Β 

Jelas akan ada perbedaanΒ dalam segi harga, mengingat konsumen utama dari pedagang besar adalah pedagang eceran. Hanya saja, Anda harus membeli produk dalam jumlah besar jika ingin harga yang lebih murah.Β 

Cara Mendirikan Perdagangan Besar dan Eceran

Setelah tahu perbedaannya, Anda pun perlu tahu bagaimana cara mendirikan kedua jenis bisnis tersebut. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menghubungi Legalist.id untuk mengurus semua hal yang berkaitan dengan pendirian bisnis.Β 

Mengingat perbedaan perdagangan besar dan perdagangan eceran, jangan lupa perbedaan KBLI-nya saat mendirikan badan usaha. Anda bisa menghubungi Legalist.id atau DM tim kami melalui Instagram untuk mendapatkan layanan terbaik!Β