Hampir semua orang pasti sudah pernah mendengar istilah saham, khususnya jika Anda aktif berkecimpung di dunia bisnis. Namun demikian, tahukah Anda bahwa terdapat jenis surat berharga lain yang berbeda dengan kategori biasa? Masyarakat bisnis sering menyebut instrumen ini dengan nama saham preferen.

Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kedua jenis modal tersebut sehingga Anda pun wajib mengetahuinya secara mendalam. Informasi ini sangat krusial terutama bagi perusahaan yang memiliki niat untuk mulai mencari pendanaan baru. Selain itu, para individu yang berminat untuk menjadi penanam modal juga harus memahami karakteristik aset ini agar tidak salah langkah dalam berinvestasi.

Mengenal Lebih Dekat Karakteristik Saham Spesial

Sebelum mengenal pengertiannya secara teknis, Anda wajib memahami bagaimana klasifikasinya terlebih dahulu. Secara garis besar, Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT) mengatur dua pembagian modal utama, yaitu kategori biasa dan yang memiliki hak istimewa.

Jika Anda merasa penasaran mengenai definisinya, maka instrumen ini merupakan surat berharga yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada saham biasa. Dokumen tersebut menjadi bukti kepemilikan Anda terhadap suatu badan usaha secara sah. Meskipun keduanya merupakan bukti penyertaan modal, namun jenis biasa memiliki sifat yang umum atau common. Oleh karena itu, pemilik modal biasa tidak mendapatkan hak-hak eksklusif seperti yang melekat pada pemegang saham preferen.

Berbagai Keunggulan bagi Para Investor

Sekilas, Anda mungkin sudah memiliki gambaran mengenai perbedaan antara investasi jenis ini dengan kategori standar. Supaya lebih jelas, berikut adalah beberapa keunggulan serta keistimewaan yang perlu Anda perhatikan sebelum menanamkan modal:

1. Jaminan Pasti dalam Mendapatkan Dividen

Salah satu keuntungan yang paling banyak investor cari adalah kepastian dalam mendapatkan hak pembagian laba. Hal ini mencakup dividen interim maupun dividen final yang perusahaan bagikan dari keuntungan bersih. Pemilik aset spesial ini sudah pasti akan mendapatkan bagian laba tersebut, sedangkan pemilik saham biasa belum tentu memperolehnya.

Kondisi ini terjadi karena manajemen perusahaan mendahulukan kepentingan Anda saat pembagian keuntungan berlangsung. Oleh sebab itu, jika Anda merupakan investor yang berorientasi pada laba stabil, maka Anda dapat memilih instrumen ini. Pasalnya, pembagian keuntungan untuk pemilik aset ini bersifat tetap dan memberikan kepastian pendapatan yang lebih baik setiap tahunnya.

2. Hak Prioritas Utama Saat Perusahaan Melakukan Likuidasi

Aset ini memiliki kedudukan yang lebih istimewa karena pemegangnya mendapatkan urutan awal untuk mengklaim kekayaan saat perusahaan menempuh pembubaran. Likuidasi sendiri merupakan proses pembagian aset kepada para pemilik modal akibat kebangkrutan atau pencabutan izin usaha.

Ketika proses penutupan perusahaan terjadi, Anda merupakan orang pertama yang berhak menerima pengembalian dana investasi. Sebaliknya, jika Anda hanya memiliki modal biasa, maka Anda baru bisa mengklaim hak sisa tersebut pada urutan paling akhir setelah semua kewajiban pihak ketiga terpenuhi.

3. Memiliki Risiko yang Jauh Lebih Rendah

Penting untuk Anda catat bahwa karakteristik utama dari saham preferen adalah sifat nilainya yang stabil dan tidak fluktuatif. Oleh karena itu, instrumen ini memiliki risiko kerugian yang jauh lebih rendah daripada jenis biasa di pasar modal. Mengingat harga aset biasa cenderung berubah-ubah secara drastis, Anda menjadi sangat rentan mengalami kerugian saat nilai pasar turun secara tiba-tiba.

Memahami Kekurangan dari Sisi Hak Suara

Meskipun memiliki banyak keunggulan, namun Anda juga wajib mengetahui kekurangan dari skema modal ini. Sebab, pemegang aset jenis ini sama sekali tidak memiliki hak suara saat perusahaan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Namun demikian, Anda biasanya memiliki opsi untuk menukar kepemilikan tersebut menjadi saham biasa jika memang membutuhkannya di kemudian hari.

Solusi Penerbitan Modal Perusahaan Bersama Legalist

Jika posisi Anda saat ini merupakan pengurus badan usaha, maka Anda wajib memahami mekanisme penerbitan kedua jenis instrumen tersebut. Langkah ini sangat penting terutama jika Anda ingin mengumpulkan dana untuk mendanai proyek tertentu atau mengembangkan skala usaha.

Anda dapat menerbitkan modal baru secara profesional dengan bantuan tim ahli dari Legalist Indonesia. Kami siap mendampingi Anda melalui proses konsultasi hukum agar struktur kepemilikan perusahaan Anda tetap sehat dan legal. Segera hubungi Legalist Indonesia atau kunjungi akun Instagram resmiΒ @legalistindonesia untuk mendapatkan solusi bisnis terbaik sekarang juga!