Kategori UMKM berdasarkan omset Legalist Indonesia

3 Kategori UMKM berdasarkan Omset Berdasarkan Peraturan Terbaru

Masyarakat bisnis mengenal kategori UMKM berdasarkan omset ke dalam tiga pembagian utama. Aturan ini merujuk pada klasifikasi resmi yang tercantum dalam undang-undang yang mengatur sektor ekonomi kerakyatan. Salah satu regulasi fundamental yang membahas topik ini adalah UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM.

Namun demikian, pemerintah telah memberlakukan beberapa perubahan signifikan terkait kriteria tersebut pada tahun 2021 lalu. Pembaruan aturan ini tercantum secara jelas dalam PP No. 7 Tahun 2021 serta UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Oleh karena itu, Anda selaku pengusaha wajib memahami batasan terbaru ini agar tidak keliru dalam mengurus legalitas usaha di masa depan.

Memahami Pengertian Omset secara Sederhana

Sebelum Anda mendalami informasi tentang kategori omset UMKM, ada baiknya jika Anda memahami esensi dari istilah omset itu sendiri. Bagi pelaku usaha, istilah ini tentu sudah terdengar sangat akrab dalam aktivitas perdagangan sehari-hari.

Secara sederhana, omset merupakan total jumlah pendapatan kotor yang pemilik usaha peroleh dari hasil penjualan dalam jangka waktu tertentu. Perhitungan omset ini murni berupa pendapatan bruto yang belum Anda kurangi dengan biaya operasional, gaji karyawan, maupun beban usaha lainnya. Biasanya, pengusaha menghitung angka penjualan ini dalam kurun waktu bulanan hingga tahunan. Informasi akurat mengenai omset sangat berguna bagi Anda dalam merancang strategi bisnis yang jauh lebih efisien dan terukur.

3 Kategori UMKM Berdasarkan  Omset Menurut Peraturan Terbaru

Kriteria UMKM antara peraturan lama dan baru memiliki sejumlah perbedaan yang sangat mencolok. Oleh sebab itu, alangkah lebih baik jika Anda menyimak informasi mengenai kategori UMKM berdasarkan omset terbaru berikut ini dengan saksama:

1. UMKM Skala Mikro

Merujuk pada kriteria terbaru dalam UU Cipta Kerja, sebuah usaha masuk dalam kategori mikro apabila memiliki hasil penjualan tahunan maksimal sebesar Rp2 Miliar. Jadi, selama omset tahunan Anda masih berada di bawah angka tersebut, maka pemerintah masih menggolongkan bisnis Anda sebagai usaha mikro.

2. UMKM Skala Kecil

Selanjutnya, aturan terbaru menetapkan bahwa UMKM kategori kecil wajib memiliki omset tahunan pada rentang Rp2 Miliar hingga Rp15 Miliar. Perubahan nilai ini menunjukkan dukungan pemerintah agar unit bisnis kecil memiliki ruang tumbuh yang lebih luas dalam ekosistem ekonomi nasional.

3. UMKM Skala Menengah

Kriteria terakhir adalah kategori menengah yang mencakup usaha dengan pendapatan tahunan antara Rp15 Miliar hingga maksimal Rp50 Miliar. Selain melihat dari sisi finansial, pemerintah terkadang juga mengelompokkan kategori ini berdasarkan jumlah tenaga kerja yang Anda pekerjakan.

Perbandingan Kategori UMKM dengan Peraturan Lama

Perkembangan klasifikasi ini membuktikan bahwa kemajuan UMKM di Indonesia terus mengalami peningkatan yang positif. Sebagai bentuk perbandingan, berikut adalah penjelasan mengenai kategori UMKM berdasarkan omset menurut regulasi lama:

  • Kategori Mikro: Dahulu, pelaku usaha masuk kelas mikro jika memiliki total penjualan tahunan maksimal hanya Rp300 juta.

  • Kategori Kecil: Pada aturan lama, kategori kecil memiliki hasil penjualan tahunan antara Rp300 juta sampai dengan Rp2,5 Miliar saja.

  • Kategori Menengah: Sedangkan untuk kelas menengah, perusahaan harus mengantongi total penjualan tahunan sebesar Rp2,5 Miliar hingga Rp50 Miliar.

Sejak berlakunya UU Cipta Kerja, kategorisasi tersebut mengalami lonjakan batas nilai yang sangat signifikan. Perubahan ini bertujuan agar semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan kemudahan akses pembiayaan serta fasilitas perizinan dari pemerintah.

Solusi Praktis Pendirian PT dan CV di Legalist

UMKM merupakan pilar utama ekonomi nasional yang digerakkan secara mandiri oleh individu maupun kelompok kecil. Namun, perubahan peraturan yang dinamis terkadang membuat para pelaku usaha merasa kewalahan dalam mengikuti prosedur legalitas yang berlaku.

Untuk mengatasi kecemasan tersebut, Anda dapat melakukan konsultasi mendalam bersama Legalist Indonesia. Kami akan mendampingi Anda melalui seluruh proses pendirian perusahaan serta menentukan kategorisasi usaha Anda secara akurat hingga selesai. Segera hubungi Legalist Indonesia atau kunjungi akun Instagram resmi @legalistindonesia untuk mendapatkan rincian layanan terbaik. Ingatlah bahwa bisnis yang sehat adalah bisnis yang senantiasa mengikuti regulasi hukum yang berlaku!

Related Posts

  • Izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

    Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian yang digunakan untuk menganalisis dampak penting dari kegiatan bisnis atau usaha yang direncanakan terhadap lingkungan. Istilah AMDAL sudah diperkenalkan sejak tahun 1969 lho. Banyak kegiatan bisnis yang harus mengurus izin AMDAL untuk bisa melanjutkan kegiatan operasional perusahaan. Lantas, bagaimana cara mengurus izin AMDAL sesuai dengan prosedur di Indonesia?…

  • Kbli dalam Pembuatan PT Dan CV

    [fusion_builder_container type=”flex” hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no”…

  • Jasa Pembuatan PT Legok Tangerang: Legalitas Cepat & Terpercaya

    Kawasan Legok saat ini bertransformasi menjadi area strategis yang menghubungkan pusat bisnis BSD City dengan wilayah industri di Tangerang. Pertumbuhan infrastruktur jalan dan menjamurnya kawasan hunian baru menciptakan peluang besar bagi berbagai sektor usaha, mulai dari jasa konstruksi hingga perdagangan retail. Namun, persaingan yang semakin ketat menuntut para pengusaha untuk memiliki entitas hukum yang kredibel….

  • 6 Pembagian KPP Penanaman Modal Asing dan Perbedaannya

    Pendirian KPP Penanaman Modal Asing tergolong sebagai langkah penting untuk mengoptimalkan penerimaan pajak. Dengan adanya KPP PMA, penyelenggaraan administrasi perpajakan menjadi lebih efektif dan efisien.  Tidak kalah penting dengan syarat penanaman modal asing, pemenuhan pajak yang ditujukan untuk WP penanaman modal asing harus terpenuhi sesuai dengan ketentuan. Untuk itu, pemerintah membagi KPP khusus menjadi beberapa…

  • Kenali Perbedaan PT dan CV Dalam Pajak Sebelum Mendirikan Badan Usaha

    Memahami perbedaan PT dan CV dalam pajak sangat penting sebelum Anda memutuskan untuk membangun suatu perusahaan. Sebelum merencanakan pendirian entitas usaha, sebaiknya Anda mengetahui kewajiban pajak keduanya karena jumlah tanggungan yang berbeda. Pada dasarnya, PT dan CV merupakan badan usaha yang mempunyai beragam perbedaan prinsipil. Salah satu perbedaan yang paling mencolok terletak pada bagian jumlah…

  • 5 Penyebab TDUP Belum Berlaku Efektif

    Sebagian pelaku usaha kerap menghadapi kendala ketika status Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) mereka belum berlaku efektif. Ternyata, berbagai faktor dapat memicu munculnya masalah tersebut. Kendala ini biasanya berakar dari pemenuhan komitmen bisnis hingga masalah perizinan mengenai sarana dan prasarana usaha yang sedang Anda kelola. Secara umum, TDUP merupakan instrumen legalitas wajib bagi para pengusaha…