Tingkat Risiko Usaha OSS: Kategori & Izin yang Dibutuhkan
Setiap kegiatan bisnis memiliki karakter dan potensi dampak yang berbeda. Karena itu, pemerintah tidak menerapkan persyaratan legalitas yang sama untuk seluruh jenis usaha. Melalui sistem Online Single Submission atau OSS, pemerintah menggunakan pendekatan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko untuk menentukan kebutuhan legalitas berdasarkan kegiatan usaha.
Bagi pengusaha, memahami tingkat risiko usaha OSS menjadi langkah penting sebelum memulai operasional. Kategori risiko dapat menentukan jenis Perizinan Berusaha, standar yang harus dipenuhi, serta proses yang perlu dilakukan melalui OSS.
Ketentuan yang berlaku saat ini mengacu pada PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Regulasi tersebut mengatur pendekatan perizinan berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha.
Karena itu, pemilik sebaiknya menentukan kegiatan bisnis dan KBLI secara tepat sebelum mengurus legalitas melalui OSS.
Apa Itu Tingkat Risiko Usaha dalam OSS?
Tingkat risiko usaha OSS menunjukkan klasifikasi potensi risiko dari suatu kegiatan usaha. Pemerintah menggunakan hasil analisis risiko untuk menentukan jenis Perizinan Berusaha dan kewajiban yang perlu pelaku usaha penuhi.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan berisiko rendah memperoleh proses yang lebih sederhana. Sebaliknya, kegiatan dengan risiko lebih tinggi membutuhkan standar atau izin yang lebih ketat.
Pemerintah menilai risiko berdasarkan karakteristik kegiatan usaha, bukan sekadar melihat besar kecilnya perusahaan. Karena itu, pemilik perlu memilih kegiatan usaha yang benar sebelum melihat kategori risiko pada OSS.
Setelah pemilik menentukan KBLI, OSS dapat menampilkan tingkat risiko dan persyaratan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
Apa Saja Kategori Risiko dalam OSS?
OSS mengelompokkan kegiatan usaha ke dalam empat kategori, yaitu risiko rendah, menengah rendah, menengah tinggi, dan tinggi. Setiap kategori memiliki konsekuensi perizinan yang berbeda.
1. Risiko Rendah
Pada kegiatan berisiko rendah, NIB menjadi Perizinan Berusaha bagi pelaku usaha sesuai ketentuan.
Proses ini relatif sederhana karena pelaku usaha tidak perlu memenuhi Sertifikat Standar atau Izin sebagai Perizinan Berusaha utama untuk kategori risiko tersebut.
Meskipun demikian, pemilik tetap harus memenuhi persyaratan dasar dan kewajiban lain yang mungkin berlaku untuk kegiatan tertentu.
Jadi, proses sederhana tidak berarti perusahaan dapat mengabaikan aturan operasional.
2. Risiko Menengah Rendah
Kegiatan berisiko menengah rendah membutuhkan NIB dan Sertifikat Standar.
Pada kategori ini, pelaku usaha dapat memenuhi standar melalui mekanisme pernyataan pemenuhan standar sesuai ketentuan. OSS kemudian menerbitkan Sertifikat Standar berdasarkan mekanisme yang berlaku.
Karena itu, pemilik perlu membaca standar kegiatan dengan teliti sebelum membuat pernyataan pemenuhan.
3. Risiko Menengah Tinggi
Kegiatan berisiko menengah tinggi juga membutuhkan NIB dan Sertifikat Standar. Namun, mekanismenya berbeda dari risiko menengah rendah.
Pada kategori ini, pelaku usaha perlu memenuhi standar yang kemudian menjalani verifikasi oleh kementerian/lembaga atau pemerintah daerah sesuai kewenangannya.
Artinya, pemilik tidak cukup hanya membuat pernyataan pemenuhan standar. Mereka perlu memastikan dokumen dan kondisi usaha memenuhi standar sebelum memperoleh Sertifikat Standar yang diperlukan.
4. Risiko Tinggi
Kegiatan berisiko tinggi membutuhkan NIB dan Izin sesuai ketentuan kegiatan usaha.
Pemerintah menerapkan persyaratan lebih ketat karena kegiatan dalam kategori ini memiliki potensi risiko yang lebih besar. Pemilik perlu memenuhi persyaratan dan memperoleh Izin sebelum menjalankan kegiatan yang mensyaratkannya.
Karena itu, pemilik sebaiknya memeriksa seluruh persyaratan sejak tahap perencanaan.
Bagaimana OSS Menentukan Tingkat Risiko?
OSS menentukan kebutuhan perizinan berdasarkan kegiatan usaha yang pelaku usaha pilih. Karena itu, pemilik tidak dapat menentukan kategori risiko hanya berdasarkan ukuran perusahaan.
KBLI menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pemilik perlu memilih kode yang benar-benar menggambarkan aktivitas bisnis.
OSS saat ini menggunakan KBLI 2025 sebagai klasifikasi kegiatan usaha. Sistem juga menyediakan informasi mengenai uraian kegiatan, ruang lingkup, tingkat risiko, dan kewajiban yang berkaitan dengan kegiatan tertentu.
Dengan demikian, kesalahan memilih KBLI dapat membuat informasi risiko dan persyaratan yang muncul tidak sesuai dengan aktivitas sebenarnya.
Apakah Satu PT Bisa Memiliki Beberapa Tingkat Risiko?
Bisa. Satu PT dapat menjalankan beberapa kegiatan usaha dengan tingkat risiko yang berbeda.
Misalnya, perusahaan memiliki kegiatan perdagangan berisiko rendah dan kegiatan lain yang masuk kategori menengah tinggi. Dalam kondisi tersebut, pemilik perlu memenuhi persyaratan sesuai masing-masing kegiatan.
Jadi, satu perusahaan tidak selalu memiliki satu kategori risiko untuk seluruh aktivitasnya.
Pemilik perlu memeriksa setiap KBLI secara terpisah. Langkah ini membantu perusahaan mengetahui apakah suatu kegiatan membutuhkan NIB saja, Sertifikat Standar, atau Izin.
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengurus Perizinan?
Sebelum mengakses OSS, pemilik sebaiknya menentukan kegiatan usaha secara jelas. Setelah itu, pilih KBLI 2025 yang paling sesuai dengan aktivitas perusahaan.
Selanjutnya, periksa tingkat risiko dan persyaratan yang muncul. Baca standar usaha atau ketentuan Izin secara menyeluruh sebelum melanjutkan proses.
Pemilik juga perlu menyiapkan data perusahaan, alamat kegiatan, dan dokumen pendukung apabila sistem memerlukannya.
Pada kegiatan tertentu, pelaku usaha juga harus memenuhi persyaratan dasar atau PB UMKU. Karena itu, jangan hanya fokus pada penerbitan NIB.
Baca Juga: Apa Itu API? Pahami Fungsi API-U, API-P, dan NIB bagi Importir
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Jangan memilih KBLI hanya berdasarkan judul yang terlihat paling dekat dengan bisnis. Baca uraian dan ruang lingkupnya agar klasifikasi benar-benar sesuai.
Selain itu, jangan menganggap seluruh kegiatan dalam satu PT memiliki tingkat risiko yang sama. Periksa setiap KBLI secara terpisah.
Pemilik juga tidak boleh menyamakan mekanisme risiko menengah rendah dengan menengah tinggi. Keduanya sama-sama membutuhkan Sertifikat Standar, tetapi proses pemenuhannya berbeda.
Terakhir, periksa kembali data kegiatan setelah proses perizinan selesai. Pastikan KBLI, tingkat risiko, dan Perizinan Berusaha sesuai dengan aktivitas yang perusahaan jalankan.
Butuh Bantuan Menyiapkan Legalitas Usaha?
Memahami tingkat risiko usaha OSS membantu pengusaha menentukan kebutuhan legalitas sebelum menjalankan kegiatan. Pemilik dapat memulai dengan menentukan aktivitas bisnis, memilih KBLI yang tepat, kemudian memeriksa kategori risiko dan persyaratan yang muncul pada OSS.
Legalist Indonesia hadir sebagai Jasa Pendirian PT Tangerang, Jakarta, dan Bogor untuk membantu calon pengusaha menyiapkan badan usaha dan kebutuhan legalitas bisnis.
Legalist Indonesia juga menyediakan layanan PT PMA, pendirian CV, perubahan data perusahaan, serta berbagai kebutuhan legalitas usaha lainnya.
Tingkat Risiko Usaha OSS Menentukan Perizinan yang Dibutuhkan
Setiap kategori memiliki konsekuensi berbeda. Risiko rendah menggunakan NIB sebagai Perizinan Berusaha, sedangkan risiko menengah membutuhkan Sertifikat Standar dengan mekanisme pemenuhan yang berbeda. Sementara itu, risiko tinggi membutuhkan NIB dan Izin.
Karena itu, pemilik sebaiknya tidak berhenti setelah memperoleh NIB. Periksa seluruh persyaratan berdasarkan KBLI agar perusahaan dapat menjalankan setiap kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Segera hubungi tim layanan pelanggan kami melalui Whatsapp resmi atau akun Instagram kami di @legalistindonesia untuk mendapatkan solusi penataan izin usaha terbaik sekarang juga. Untuk berita dan kebijakan terbaru, kunjungi situs resmi Legalist Indonesia. Kami siap mengawal setiap tahapan pengurusan izin usaha Anda hingga seluruh surat keputusan pengesahan negara terbit dengan sempurna.







