cek BPOM - Legalist Indonesia

Cara Cek BPOM Produk Makanan, Kosmetik Secara Mudah!

Bayangkan Anda baru saja membeli suplemen vitamin di sebuah marketplace. Kemasannya terlihat profesional, ada logo yang tampak resmi, dan ulasan pembelinya bintang lima semua. Tapi apakah produk itu benar-benar terdaftar di BPOM? Pertanyaan ini bukan sekadar kekhawatiran berlebihan. Cara paling andal untuk memastikannya adalah dengan melakukan cek BPOM langsung ke database resmi di cekbpom.pom.go.id atau melalui aplikasi BPOM Mobile, dan prosesnya biasanya selesai dalam hitungan detik hingga beberapa menit, tergantung koneksi internet dan metode yang Anda gunakan.

Database BPOM saat ini memuat lebih dari 670.000 produk aktif di berbagai kategori, mulai dari kosmetik, pangan olahan, obat, hingga suplemen kesehatan. Sebagian besar produk yang beredar secara legal di Indonesia sudah tercatat dalam sistem ini, meskipun ada kemungkinan produk baru yang masih dalam proses registrasi belum tampil. Jika sebuah produk tidak muncul di sana, itu adalah sinyal serius yang tidak boleh Anda abaikan.

Artikel ini kami sajikan untuk dua kelompok pembaca: konsumen yang ingin memverifikasi keamanan produk sebelum mereka konsumsi, dan pelaku usaha yang ingin memahami kewajiban izin edar beserta konsekuensi hukumnya. Bagi pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan legalitas produk secara lebih menyeluruh, ada bagian khusus di akhir artikel yang membahasnya.

Kenali dulu kode registrasi di kemasan sebelum mulai cek BPOM

Enam kategori produk yang tercatat di database BPOM

Situs cekbpom.pom.go.id mencakup enam kategori utama: obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, pangan olahan, dan obat kuasi. Masing-masing kategori memiliki jumlah produk aktif yang berbeda. Kosmetik menjadi yang terbesar dengan 372.115 produk aktif, lalu selanjutnya pangan olahan dengan 250.138 produk. Kategori lainnya: obat 24.626, obat tradisional 20.886, suplemen kesehatan 4.916, dan obat kuasi 1.327 produk.

Angka-angka ini penting karena menunjukkan betapa luasnya database yang bisa terakses secara gratis oleh siapa saja. Konsekuensinya: jika sebuah produk kosmetik atau pangan olahan yang beredar di pasaran tidak muncul saat Anda melakukan cek BPOM, kemungkinan besar produk tersebut memang tidak memiliki izin edar yang sah. Perlu Anda catat bahwa database ini kebijakan BPOM perbarui secara berkala, sehingga data yang muncul umumnya mencerminkan status terkini berdasarkan kategori terdaftar.

Arti kode NA, MD, ML dan variannya

Setiap kategori produk memiliki format nomor registrasi yang khas. Kosmetik menggunakan awalan NA (kode notifikasi). Pangan olahan produksi dalam negeri menggunakan MD, sedangkan pangan olahan impor menggunakan ML. Untuk obat tradisional, formatnya adalah POM TR/TI/TL, dan untuk suplemen kesehatan menggunakan POM SD/SI/SL. Obat memiliki format huruf-angka yang lebih panjang dan spesifik.

Kesalahan paling umum saat melakukan cek nomor registrasi BPOM adalah memasukkan nomor di kategori yang salah. Misalnya, produk dengan awalan NA adalah kosmetik. Jika Anda memasukkannya di kategori “pangan olahan”, hasilnya tidak akan muncul meskipun produk tersebut sebenarnya terdaftar dengan sah. Selalu cocokkan kategori produk dengan format nomornya sebelum melakukan pencarian.

Cara cek BPOM di cekbpom.pom.go.id langkah demi langkah

Pencarian lewat nomor registrasi

Cara paling akurat untuk melakukan cek registrasi BPOM adalah melalui nomor registrasinya. Ikuti langkah berikut secara berurutan:

  1. Buka cekbpom.pom.go.id di browser.
  2. Pilih menu “Nomor Registrasi” di kolom pencarian.
  3. Ketik nomor registrasi persis seperti tertera di kemasan, termasuk huruf awalannya.
  4. Klik “Cari” dan baca hasilnya.

Jika nomor yang dimasukkan valid, sistem menampilkan nomor registrasi, nama produk, dan nama pendaftar atau produsen dalam format tabel. Prosesnya sangat cepat. Jika tidak ada hasil sama sekali, itu sinyal awal yang perlu diinvestigasi lebih lanjut, bukan langsung diabaikan.

Pencarian lewat nama produk atau nama merek

Terkadang nomor registrasi di kemasan sulit dibaca karena aus, terlalu kecil, atau tercetak buram. Dalam situasi ini, kolom pencarian nama produk atau nama merek bisa menjadi alternatif yang tetap menghasilkan data akurat, asalkan kata kunci yang digunakan cukup spesifik. Hindari kata kunci yang terlalu umum karena sistem bisa menampilkan ratusan hasil sekaligus.

Satu hal yang sering dilupakan: tetap pilih kategori produk yang tepat sebelum melakukan pencarian nama. Tanpa memilih kategori yang sesuai, hasil pencarian bisa tercampur dari berbagai jenis produk dan membuat proses verifikasi menjadi lebih lambat.

Cek BPOM lebih cepat lewat BPOM Mobile dan fitur pindai kode

Cara mengaktifkan dan menggunakan fitur pindai barcode

BPOM Mobile tersedia di Play Store dan App Store. Setelah diunduh dan dibuka, pilih fitur pindai kode QR atau barcode, lalu arahkan kamera ke kode QR atau barcode 2D yang tertera pada kemasan produk. Aplikasi akan membaca kode secara otomatis tanpa perlu menekan tombol apa pun. Hasil yang muncul mencakup nama produk, nomor izin edar, produsen atau pendaftar, dan status produk.

Ada satu syarat teknis yang sering diabaikan: izin akses kamera dan GPS di ponsel harus aktif sebelum fitur pindai bisa digunakan. Tanpa keduanya, aplikasi tidak bisa memproses pemindaian. Periksa pengaturan izin aplikasi di ponsel Anda terlebih dahulu jika fitur ini tidak merespons.

Yang harus dilakukan jika pindai gagal atau hasil tidak muncul

Dua penyebab paling umum kegagalan pindai adalah izin kamera atau GPS yang belum diberikan, dan pencahayaan yang kurang sehingga barcode tidak terbaca jelas. Pastikan area sekitar kemasan cukup terang dan posisi kamera tegak lurus terhadap barcode. Jika tetap gagal setelah penyesuaian ini, gunakan opsi input nomor izin edar secara manual di dalam aplikasi sebagai alternatif.

Perlu dicatat bahwa tidak semua kemasan memiliki kode QR yang bisa langsung dipindai lewat BPOM Mobile, terutama produk-produk lama yang belum dilengkapi kode digital. Untuk produk seperti ini, pencarian manual melalui situs cekbpom.pom.go.id adalah solusi yang selalu bisa diandalkan.

Nomor tidak ditemukan? Ini artinya dan langkah selanjutnya

Kemungkinan penyebab nomor tidak muncul di hasil pencarian

Ada beberapa skenario yang perlu Anda pertimbangkan ketika hasil cek BPOM tidak menampilkan produk yang dicari. Produk mungkin memang tidak terdaftar atau izin edarnya sudah kedaluwarsa. Bisa juga nomor diketik salah, atau kategori yang dipilih tidak sesuai dengan jenis produk. Kemungkinan lain, produk menggunakan nomor palsu yang formatnya menyerupai nomor asli tetapi tidak ada dalam database BPOM.

Jika nomor tidak ditemukan, lakukan penelusuran ulang dengan kategori berbeda, kemudian coba cari melalui nama produk. Bandingkan juga format nomor yang tertera di kemasan dengan kode resmi sesuai kategorinya. Satu kali tidak ditemukan belum tentu berarti palsu, tetapi jika dua metode pencarian berbeda sama-sama tidak menghasilkan apa pun, itu alasan kuat untuk tidak mengonsumsi produk tersebut.

Cara melaporkan produk tanpa izin ke BPOM

Jika Anda meyakini sebuah produk tidak memiliki izin edar yang sah, laporkan segera melalui kanal resmi BPOM. Lewat BPOM Mobile, pilih menu pengaduan, isi data produk dan lokasi pembelian, lalu unggah foto kemasan serta bukti pembelian. Alternatif lainnya: hubungi Halo BPOM di nomor 1500533 melalui telepon, SMS, atau WhatsApp, atau gunakan formulir pengaduan online di situs BPOM.

Kelengkapan data laporan sangat memengaruhi kecepatan tindak lanjut oleh petugas. Sertakan nama produk, nama atau akun penjual (terutama jika Anda beli online), foto kemasan dari berbagai sisi, dan bukti pembelian. Laporan yang lengkap jauh lebih mudah terproses jika Anda bandingkan dengan laporan yang hanya menyertakan nama produk saja.

Risiko hukum dan konsekuensi menjual produk tanpa izin edar

Sanksi bagi pelaku usaha dan produsen

Mengedarkan produk tanpa izin edar BPOM melanggar UU Pangan dan UU Kesehatan sekaligus. Sanksi administratif bisa berupa mencakup peringatan tertulis, penghentian kegiatan produksi atau distribusi, penarikan produk dari peredaran, pembekuan atau pencabutan izin edar, hingga pencabutan izin usaha secara permanen.

Ancaman pidana juga tidak ringan. Untuk produk obat dan sediaan farmasi tanpa izin edar, Pasal 197 UU Kesehatan mengancam pidana penjara hingga 15 tahun dan denda hingga Rp1,5 miliar. Untuk pangan olahan, ancamannya bisa mencapai 2 tahun penjara atau denda Rp4 miliar. Yang perlu pelaku usaha pahami: bukan hanya produsen yang bisa terkena sanksi. Distributor dan penjual yang terbukti mengedarkan produk tanpa izin edar juga berpotensi menghadapi konsekuensi hukum yang sama.

Di sisi konsumen, produk tanpa pengawasan BPOM berarti tidak ada jaminan atas kandungan, dosis, atau keamanan bahan bakunya, dan risiko ini langsung berdampak pada kesehatan penggunanya.

Dokumen umum yang Anda butuhkan untuk mendaftarkan produk ke BPOM

Sebelum mengajukan pendaftaran produk ke BPOM, ada sejumlah dokumen dasar yang wajib Anda siapkan:

  • NIB (Nomor Induk Berusaha) aktif dari sistem OSS
  • NPWP perusahaan atau perorangan
  • Data perusahaan atau produsen yang lengkap
  • Spesifikasi produk, komposisi bahan, dan proses produksi
  • Hasil uji laboratorium sesuai kategori produk
  • Desain label yang sesuai ketentuan BPOM
  • Sertifikat fasilitas produksi (bila berlaku)

Kelengkapan dokumen adalah titik kritis yang paling sering menjadi penyebab proses pendaftaran tertunda atau tertolak. Satu dokumen yang tidak sesuai formatnya bisa membuat seluruh pengajuan kembali ke Anda untuk Anda revisi. Perlu Anda pahami bahwa persyaratan dokumen dapat berbeda menurut kategori produk, selalu periksa panduan resmi BPOM atau e-registrasu untuk daftar terlengkap sesuai jenis produk Anda. Jika persiapan tidak Anda lakukan secara sistematis sejak awal, pelaku usaha bisa menunggu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan sebelum proses selesai.

Baca Juga: RUPS Sirkuler: Cara Mengambil Keputusan PT Tanpa Rapat Fisik

Bantu urus izin edar produk Anda bersama Legalist Indonesia

Memahami cara cek izin edar BPOM adalah langkah pertama yang baik. Namun bagi pelaku usaha, tantangan sesungguhnya ada di sisi lain: memastikan produk Anda sendiri terdaftar dengan benar sejak awal. Di sinilah pendampingan yang tepat bisa membuat perbedaan nyata.

Dari NIB dan OSS hingga pendampingan notifikasi izin edar

Sebelum mendaftarkan produk ke BPOM, pelaku usaha wajib memiliki NIB aktif melalui sistem OSS. Ini bukan formalitas kecil: pemilihan KBLI yang tepat dan kelengkapan data di OSS harus konsisten dengan jenis produk dan kegiatan usaha yang akan terdaftar ke BPOM. Legalist Indonesia dapat membantu proses pengurusan NIB, pemilihan KBLI yang sesuai, dan perizinan berusaha berbasis risiko sebagai fondasi sebelum proses BPOM berlangsung.

Tim Legalist juga membantu memeriksa kelengkapan dan kesesuaian dokumen pendaftaran produk, termasuk penyesuaian desain label agar memenuhi ketentuan BPOM sebelum pengajuan. Dengan pendampingan ini, pelaku usaha dapat meminimalkan risiko penolakan akibat dokumen yang tidak sesuai dan mempersingkat waktu proses secara keseluruhan.

Virtual office dan konsultasi sebagai solusi praktis pelaku usaha

Bagi pelaku usaha rumahan atau UMKM yang belum memiliki alamat domisili bisnis resmi, layanan virtual office dari Sewa Office dapat Anda gunakan sebagai alamat legal untuk keperluan perizinan dan pendaftaran. Alamat domisili yang sah adalah salah satu syarat yang harus terpenuhi sebelum melanjutkan pengurusan NIB dan pendaftaran BPOM.

Legalist Indonesia juga membuka pintu konsultasi bagi pelaku usaha yang belum tahu harus mulai dari mana. Hubungi tim Legalist Indonesia untuk mengetahui langkah pertama yang paling sesuai dengan kondisi usaha Anda, dan dapatkan gambaran jelas tentang proses yang perlu Anda jalani sebelum produk resmi terdaftar dan siap beredar.

Penutup

Lakukan cek BPOM sebelum membeli produk baru, prosesnya tidak rumit dan bisa siapa saja lakukan. Melalui cekbpom.pom.go.id atau BPOM Mobile, status izin edar sebuah produk bisa Anda periksa dalam waktu singkat. Kuncinya ada pada kemampuan membaca kode nomor registrasi di kemasan dengan benar, karena kategori yang salah akan membuat produk yang sebenarnya terdaftar pun tidak akan muncul. Jika produk tetap tidak Anda temukan setelah pencarian dengan dua metode berbeda, gunakan kanal pengaduan resmi BPOM, baik melalui aplikasi maupun Halo BPOM 1500533, untuk melaporkannya.

Bagi pelaku usaha, memiliki izin edar bukan sekadar kewajiban regulasi. Nomor registrasi BPOM yang sah menunjukkan bahwa produk Anda telah melalui proses evaluasi dan pengawasan BPOM sesuai kategorinya, termasuk penilaian dokumen teknis dan, sesuai persyaratan, uji laboratorium. Itu menjadi modal kepercayaan konsumen yang nilainya jauh melebihi biaya pengurusannya, sekaligus investasi dalam keberlangsungan bisnis itu sendiri.

Sebagai konsumen, jadikan cek BPOM sebagai kebiasaan sebelum membeli produk baru, terutama suplemen, kosmetik, dan pangan olahan. Sebagai pelaku usaha, pastikan produk Anda sudah memiliki izin edar yang valid sebelum beredar di pasaran. Jika Anda membutuhkan pendampingan untuk memulai proses ini, tim Legalist Indonesia siap membantu.

Hubungi Kami Melalui:

Related Posts

  • Simak Izin Usaha Penyalur BBM Tanpa Ribet

    Bahan Bakar Minyak (BBM) kini telah menjadi kebutuhan pokok yang sangat vital di tengah masyarakat. Mobilitas warga yang semakin tinggi menyebabkan permintaan terhadap ketersediaan minyak ini terus meningkat. Oleh karena itu, bagi Anda yang hendak mendirikan usaha di bidang ini, Anda wajib memiliki izin usaha penyalur BBM. Pemerintah mewajibkan izin tersebut sebagai bentuk pemenuhan standar…

  • TBK Adalah? Pengertian, Mekanisme IPO, dan Syarat Perusahaan

    Masyarakat sering melihat imbuhan “Tbk” di belakang nama-nama perusahaan besar di Indonesia. Namun demikian, tidak semua orang memahami secara mendalam mengenai makna legal dari istilah tersebut. Secara sederhana, TBK adalah singkatan dari “Terbuka” yang merujuk pada status kepemilikan sebuah Perseroan Terbatas (PT). Status ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah menjual sahamnya kepada masyarakat luas melalui…

  • Virtual Office Modernland Tangerang, Gratis Konsultasi!

    Virtual Office Modernland Tangerang jadi alamat kantor di kawasan bergengsi dan potensial. Bagi pelaku startup, lokasi ini sangat cocok dijadikan sebagai alamat resmi usaha untuk meningkatkan kredibilitas.  Tanpa harus sewa kantor fisik, Virtual Office jadi pilihan untuk menghemat biaya operasional. Terlebih bagi usaha yang tidak terlalu membutuhkan ruangan kantor untuk menjalankan operasionalnya.  Mengapa Harus Virtual…

  • Zonasi Perkantoran Jakarta Selatan: Izin Usaha di Pemukiman

    Membangun bisnis di Jakarta Selatan memerlukan pemahaman mendalam mengenai aturan tata ruang kota. Saat ini, Pemerintah DKI Jakarta mengatur penggunaan lahan secara ketat melalui sistem zonasi yang spesifik. Selain itu, tidak semua area hunian dapat Anda gunakan sebagai tempat kedudukan resmi sebuah perusahaan. Oleh karena itu, Anda wajib memeriksa klasifikasi wilayah sebelum menandatangani kontrak sewa…

  • Jasa Pengurusan IMB Jakarta & Syaratnya

    Mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sangat penting untuk memberikan pengakuan dan perlindungan hukum terhadap tanah dan bangunan pemilik properti. Tidak heran jika jasa pengurusan IMB Jakarta banyak dibutuhkan. Adanya IMB memungkinkan pemilik usaha untuk mengurus perizinan. Perizinan tersebut meliputi izin tempat usaha, izin lokasi, ataupun izin lainnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk…

  • Jasa Pembuatan PT Perorangan Profesional Murah dan Cepat

    [fusion_builder_container type=”flex” hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no”…